Senin, 06 Juli 2009
Laporan Resmi Praktikum 7
Tugas 1
a. Histogram citra gray scale : grafik yang menggambarkan hubungan antara suatu nilai dan banyaknya nilai itu muncul pada sebuah data
b. Kumulatif histogram citra gray scale : banyaknya kemunculan suatu nilai pada sebuah data
c. Histogram equalisasi citra gray scale : suatu proses perataan histogram, dimana distribusi nilai derajat keabuan pada suatu citra dibuat rata
Tugas 2
Citra yang dihasilkan menggunakan metode penambahan contrass menjadi lebih terang dari citra aslinya. Namun citra yang dihasilkan tidak teralu baik (terlalu terang).
Tugas 3
Citra yang dihasilkan menggunakan metode penambahan brightness menjadi lebih terang dari citra aslinya. Namun citra yang dihasilkan tidak terlalu baik (kabur)
Tugas 4
Hasil dari hequalization ternyata sesuai dengan yang terdapat pada teori yaitu naik secara linier. Hal tersebut dikarenakan Hequalization (perataan histogram) adalah suatu proses dimana histogram diratakan berdasarkan suatu fungsi linier (garis lurus)
1. Tugas 5
Citra yang didapatkan melalui proses perbaikan citra (enhancement) menggunakan histogram equalisasi ternyata memang lebih baik (jelas) dibandingkan dengan citra aslinya.
Kesimpulan :
1. Metode histogram equalisasi (perataan citra) memang baik digunakan untuk proses enhancement. Citra yang dihasilkan menjadi lebih baik (jelas)
2. Histogram equalization dilakukan dengan cara meratakan distribusi nilai derajat keabuan dari suatu citra.
Laporan Resmi Praktikum 6
Latihan 1.
a. Transformasi Citra Negatif
Inversi citra adalah proses negatif pada citra, dimana setiap nilai citra dibalik dengan acuan threshold yang diberikan. Gambar yang dihasilkan baru sedikit terlihat ketika slider dimaksimalkan. Untuk citra dengan derajat keabuan 256, proses inversi citra didefinisikan dengan: xn = 255 – x
b. Transformasi Citra dengan fungsi LOG
Transformasi menggunakan fungsi LOG akan mempengaruhi contras dari suatu citra, citra yang ditransformasi menggunakan metode ini akan terlihat lebih terang.
c. Transformasi Citra dengan Fungsi Inverse LOG
Transformasi menggunakan fungsi inverse LOG akan mempengaruhi contras dari suatu citra, citra yang ditransformasi menggunakan metode ini akan terlihat lebih gelap.
d. Transformasi Citra Nth Power
Transformasi citra Nth power menghasilkan citra yang menyerupai grayscale.
e. Transformasi Citra Nth Root Power
Transformasi citra Nth root power menghasilkan citra yang lebih contras menyerupai transformasi menggunakan fungsi LOG
Latihan 2
· Negative : Semakin besar input gray level yang diberikan maka semakin kecil nilai output gray level yang dihasilkan. Nilai output yang didapatkan linier.
· LOG : Mula-mula nilai output gray level yang didapatkan mengalami peningkatan yang cukup besar seiring bertambahnya nilai input. Namun saat mencapai nilai input tertentu, peningkatan nilai output menjadi menurun hingga mendekati kondisi steady.
· Inverse LOG : Mula-mula nilai gray level yang didapatkan mengalami peningkatan yang kecil seiring bertambahnya nilai output. Namun saat mencapai nilai input tertentu, nilai output mengalami peningkatan yang cukup besar hingga mendekati kondisi steady
· Nth power : Karakteristiknya hamper sama seperti inverse LOG, namun lebih mendekati linier.
· Nth power root : Karakteristiknya hamper sama seperti LOG, namun lebih mendekati linier
Kesimpulan
Transformasi citra dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya dengan inverse (negative), proses logaritmik (LOG dan inverse LOG) , dan power law (Nth power dan Nth power root).
Untuk transformasi inverse diperlukan nilai maksimum yang didapatkan dari slider. Untuk transformasi LOG dan inverse LOG diperlukan nilai C yang diinputkan melalui text box. Sedangkan untuk transformasi power law dibutuhkan nilai C dan Y yang diinputkan melalui text box
Laporan Resmi Praktikum 5
1. Source code untuk brightness :
int k=GetDlgItemInt(IDC_EDIT1);
for(i=0;i
if(gray<0)gray=0; warnagray="RGBToWarna(gray,gray,gray);">2. Source code untuk contrass :
int k=GetDlgItemInt(IDC_EDIT1);
for(i=0;i
warnagray=RGBToWarna(gray,gray,gray);
dcMem1.SetPixel(j,i,warnagray);
}
Sama dengan proses brightness pada gambar RGB tetapi nilai k tidak ditambahakan dengan rata-rata nilai red, green bluenya melainkan dikalikan
3.Source code untuk autolevel :
int xmax=300,xmin=0,d;
for(i=0;i
}
d=xmin-xmax;
for(i=0;i
warna=dcMem1.GetPixel(j,i);
WarnaToRGB(warna,&red,&green,&blue);
gray=int(red+green+blue)/3;
gray=int(float(255/d)*(gray-xmax));
warna=RGBToWarna(gray,gray,gray);
dcMem1.SetPixel(j,i,warna);
}
Auto level akan mengatur brightness dan contrass gambar secara otomatis, dengan cara mencari nilai terbesar dan terkecil rata-rata red green blue tiap-tiap pixel, setelah itu akan dicari jarak antara nilai terkcil dan terbesar yang akan dijadikan sebagai nilai untuk memperbaiki citra, dalam hal ini citra akan diubah ke format grayscale.
Kesimpulan :
1. Brightness adalah proses penambahan kecerahan dari nilai derajat keabuan. Proses brightness ini dilakukan dengan menambahkan nilai derajat keabuan dengan suatu nilai penambah.
2. Mengubah kontras dari suatu citra adalah proses pengaturan nilai range interval pada setiap nilai derajat keabuan
Kamis, 02 Juli 2009
Laporan Resmi praktikum 4
Analisa :
1. Latihan 1
- Pada pengubahan sebuah gambar menjadi grayscale dapat dilakukan dengan cara mengambil semua pixel pada gambar kemudian warna tiap pixel akan diambil informasi mengenai 3 warna dasar yaitu merah, biru dan hijau (melalui fungsi warnatoRGB), ketiga warna dasar ini akan dijumlahkan kemudian dibagi tiga sehingga didapat nilai rata-rata. Nilai rata-rata inilah yang akan dipakai untuk memberikan warna pada pixel gambar sehingga warna menjadi grayscale, tiga warna dasar dari sebuah pixel akan diset menjadi nilai rata-rata (melalui fungsi RGBtowarna)
- Proses dari rumus keduanya hampir sama, bedanya pada rumus pertama warna pada setiap pixel yang telah dirata-rata akan dikalikan dengan nilai derajat keabuan (th), sehingga terjadi pengelompokan warna menjadi beberapa kelompok sesuai dengan nilai kuantisasinya.
2.Latihan 2
a. Untuk rumus x = 0.2r + 0.2g + 0.5b
b. Untuk rumus x = 0.5r + 0.5g + 0b
c. Untuk rumus x = 0.5r + 0g + 0.5b
Gambar yang paling terang diperoleh pada saat menggunakan rumus ke-2 (x = 0.5r + 0.5g + 0b). Sedangkan gambar paling tidak terang diperoleh saat menggunakan rumus ke-1 (x = 0.2r + 0.2g + 0.5b).
3. Latihan 3
- Thresholding digunakan untuk mengatur jumlah derajat keabuan yang ada pada citra. Dengan menggunakan thresholding maka derajat keabuan bisa diubah sesuai keinginan, misalkan diinginkan menggunakan derajat keabuan 16, maka tinggal membagi nilai derajat keabuan dengan 16. Proses thresholding ini pada dasarnya adalah proses pengubahan kuantisasi pada citra, sehingga untuk melakukan thresholding dengan derajat keabuan dapat digunakan rumus:
dimana :
w adalah nilai derajat keabuan sebelum thresholding
x adalah nilai derajat keabuan setelah thresholding
- Hubungan thresholding dengan kuantisasi citra yaitu kuantisasi citra dapat diperoleh berdasarkan derajat keabuan yang dimasukkan dalam rumus thresholding.
Ternyata gambar yang dihasilkan dengan nilai thresholding 2 dan gambar hasil konversi citra ke citra biner tidak sama. Untuk gambar yang pertama digunakan metode thresholding dengan nilai derajad keabuan sebesar 2.
Kesimpulan :
- Pada proses thresholding, kuantisasi citra yang bervariasi dapat diperoleh dengan mengubah nilai derajat keabuan pada rumus thresholding.
- Proses kuantisasi hampir sama dengan grayscale, bedanya warna pada setiap pixel yang telah dirata-rata akan dikalikan dengan nilai derajat keabuan (th), sehingga terjadi pengelompokan warna mejadi beberapa kelompok sesuai dengan nilai kuantisasinya
Rabu, 27 Mei 2009
JAWABAN TUGAS 1
void CPrak10_1Dlg::OnButton1()
{
// TODO: Add your control notification handler code here
static char BASED_CODE szFilter[]="Bitmap Files (*.bmp)|*.bmp||";
CFileDialog m_ldFile(TRUE, "*.bmp", name, OFN_HIDEREADONLY|OFN_OVERWRITEPROMPT, szFilter);
if(m_ldFile.DoModal()==IDOK)
{
name=m_ldFile.GetPathName();
}
CDC* pDC = m_pic1.GetDC();// mengarah kontrol picture
dcMem; //mengarahkan obyek yg sdh dipilih pd bitmap
CRect rect;//kotak di picture
BITMAP bm;//mendefinisikan fungsi2 yg ada d bitmap
HBITMAP hBitmap=(HBITMAP)::LoadImage(AfxGetInstanceHandle(),
name ,IMAGE_BITMAP, 0, 0, LR_LOADFROMFILE|LR_CREATEDIBSECTION);
if(hBitmap)
{
if(m_bmpBitmap.DeleteObject())
m_bmpBitmap.Detach();
m_bmpBitmap.Attach(hBitmap);
}
m_pic1.GetClientRect(rect);//
m_bmpBitmap.GetBitmap(&bm);//
dcMem.CreateCompatibleDC(pDC);
//pDC->MoveTo(10,190);
//pDC->LineTo(300,190);
dcMem.SelectObject(&m_bmpBitmap);
pDC->StretchBlt(0,0,rect.Width(),rect.Height(),&dcMem,
0,0,bm.bmWidth,bm.bmHeight,SRCCOPY);
}
2. Tombol 2 digunakan untuk Static Detection
void CPrak10_1Dlg::OnButton2()
{
// TODO: Add your control notification handler code here
int i,j;
int red,green,blue,gray;
long int warna, warna1;
CDC* pDC = m_pic2.GetDC();// mengarah kontrol picture
CDC dcMem; //mengarahkan obyek yg sdh dipilih pd bitmap
CRect rect;//kotak di picture
BITMAP bm;//mendefinisikan fungsi2 yg ada d bitmap
HBITMAP hBitmap=(HBITMAP)::LoadImage(AfxGetInstanceHandle(),
name,IMAGE_BITMAP, 0, 0, LR_LOADFROMFILE|LR_CREATEDIBSECTION);
if(hBitmap)
{
if(m_bmpBitmap.DeleteObject())
m_bmpBitmap.Detach();
m_bmpBitmap.Attach(hBitmap);
}
m_pic2.GetClientRect(rect);//
m_bmpBitmap.GetBitmap(&bm);//
dcMem.CreateCompatibleDC(pDC);
dcMem.SelectObject(&m_bmpBitmap);
for(i=0;i
warna=dcMem.GetPixel(j,i);
WarnaToRGB(warna,&red,&green,&blue);
// 102-215, 20-158, 0-179 trafic merah
//102-160, 70-100, 0-65fitur warna kulit
if(((red>102)&&(red<160))&&((green>70)&&(green<100))&&((blue>0)&&(blue>65)))
warna1=warna;
else
warna1=RGBToWarna(0,0,0);
dcMem.SetPixel(j,i,warna1);
}
pDC->StretchBlt(0,0,rect.Width(),rect.Height(),&dcMem,
0,0,bm.bmWidth,bm.bmHeight,SRCCOPY);
}
3. Tambahan Fungsi untuk merubah dari RGB ke data pixel
// merubah data pixel ke RGB
void WarnaToRGB(long int warna,int *Red, int *Green, int *Blue)
{
*Red = warna & 0x000000FF;
*Green = (warna & 0x0000FF00) >> 8;
*Blue = (warna & 0x00FF0000) >> 16;
}
//merubah RGB ke data pixel
long int RGBToWarna(int Red, int Green, int Blue)
{
return(Red+(Green<<8)+(Blue<<16));
}
4. Tombol 3 digunakan untuk Distance Detection
void CPrak10_1Dlg::OnButton3()
{
// TODO: Add your control notification handler code here
//int r=120, g=70, b=90; //untuk traffic merah
int r=144, g=89, b=65;
int k,j,red,green,blue,gray;
long int warna, warnagray;
double d;
CDC* pDC = m_pic3.GetDC();// mengarah kontrol picture
CDC dcMem; //mengarahkan obyek yg sdh dipilih pd bitmap
CRect rect;//kotak di picture
BITMAP bm;//mendefinisikan fungsi2 yg ada d bitmap
HBITMAP hBitmap=(HBITMAP)::LoadImage(AfxGetInstanceHandle(),
name,IMAGE_BITMAP, 0, 0, LR_LOADFROMFILE|LR_CREATEDIBSECTION);
if(hBitmap)
{
if(m_bmpBitmap.DeleteObject())
m_bmpBitmap.Detach();
m_bmpBitmap.Attach(hBitmap);
}
m_pic3.GetClientRect(rect);//
m_bmpBitmap.GetBitmap(&bm);//
dcMem.CreateCompatibleDC(pDC);
dcMem.SelectObject(&m_bmpBitmap);
for(j=0;j
warna=dcMem.GetPixel(k,j);
WarnaToRGB(warna,&red,&green,&blue);
//d=fabs(red-147)+fabs(green-44)+fabs(blue-48);
d=fabs(red-r)+fabs(green-g)+fabs(blue-b);
if(d<85)
warna=RGBToWarna(red,green,blue);
else
warna=RGBToWarna(0,0,0);
dcMem.SetPixel(k,j,warna);
}
pDC->StretchBlt(0,0,rect.Width(),rect.Height(),&dcMem,
0,0,bm.bmWidth,bm.bmHeight,SRCCOPY);
}
Senin, 25 Mei 2009
ANALISA PRAKTIKUM
Setelah menyelesaikan praktikum pertama, dapat dianalisa bahwa untuk mengerjakan praktikum tersebut pertama-tama kita membuat suatu projek baru yaitu berupa Multiple document, bukan Dialog based seperti pada percobaan sebelumnya. Projek tersebut diberi nama Test. Kemudian kita membuat menu-menu yang dibutuhkan berikut submenunya. Menu yang saya buat hanya dua yaitu Menu dan Bantuan. Untuk Menu ada empat submenu yang saya buat yaitu ‘Satu’, ‘Dua’, ‘Tiga’, ’Empat’, dan ‘Lima’. Sedangkan untuk ‘Bantuan’ hanya ada satu submenu yaitu Tentang Test. Listing programnya adalah :
void CTestView::OnSatu()
{
// TODO: Add your command handler code here
MessageBox("Selamat Belajar Pengolahan Citra");
}
void CTestView::OnDua()
{
// TODO: Add your command handler code here
CDC* pDC = GetDC();
pDC->TextOut(10,10,"Ini adalah Teks");
}
void CTestView::OnTiga()
{
// TODO: Add your command handler code here
CDC* pDC = GetDC();
pDC->MoveTo(50,20);
pDC->LineTo(50,200);
pDC->TextOut(30,5,"y");
pDC->MoveTo(50,200);
pDC->LineTo(250,200);
pDC->TextOut(260,200,"x");
}
void CTestView::OnEmpat()
{
// TODO: Add your command handler code here
}
void CTestView::OnLima()
{
// TODO: Add your command handler code here
}
Pada latihan no. 1, kita diminta untuk membuat suatu program untuk menampilkan messagebox dengan tulisan ‘Selamat Belajar Pengolahan Citra’ apabila salah satu submenu dipilih. Untuk menampilkan messagebox tersebut, menu yang dipilih adalah ‘Menu’ sedangkan submenu yang dipilih adalah ‘Satu
Pada latihan no. 2, kita diminta untuk membuat program yang bisa menampilkan tulisan ‘Ini adalah teks’ apabila salah satu submenu dipilih. Untuk menampilkan tulisan tersebut, menu yang dipilih adalah ‘Menu’, sedangkan submenu yang dipilih adalah ‘Dua’
Pada latihan no. 3, kita diminta untuk membuat program yang bisa menampilkan sumbu x dan y apabila salah satu submenu dipilih. Untuk menampilkan tulisan tersebut, menu yang dipilih adalah ‘Menu’, sedangkan submenu yang dipilih adalah ‘Tiga’
KESIMPULAN
*
MFC dapat digunakan untuk membuat program yang bisa menampilkan dan memroses suatu gambar.
*
Untuk membuat program yang menghasilkan tampilan seperti pada percobaan awal, jenis projek yang dipilih yaitu ‘Dialog based’. Sedangkan untuk membuat program yang menghasilkan tampilan seperti pada latihan, jenis projek yang dipilih yaitu ‘Multiple document’.
JAWABAN TUGAS 2
void CPrak11_1Dlg::OnButton1()
{
// TODO: Add your control notification handler code here
static char BASED_CODE szFilter[]="Bitmap Files (*.bmp)|*.bmp||";
CFileDialog m_ldFile(TRUE, "*.bmp", name,
OFN_HIDEREADONLY|OFN_OVERWRITEPROMPT, szFilter);
if(m_ldFile.DoModal()==IDOK)
{
name=m_ldFile.GetPathName();
}
CDC* pDC = m_pic1.GetDC();// mengarah kontrol picture
CDC dcMem; //mengarahkan obyek yg sdh dipilih pd bitmap
CRect rect;//kotak di picture
BITMAP bm;//mendefinisikan fungsi2 yg ada d bitmap
HBITMAP hBitmap=(HBITMAP)::LoadImage(AfxGetInstanceHandle(),
name ,IMAGE_BITMAP, 0, 0, LR_LOADFROMFILE|LR_CREATEDIBSECTION);
if(hBitmap)
{
if(m_bmpBitmap.DeleteObject())
m_bmpBitmap.Detach();
m_bmpBitmap.Attach(hBitmap);
}
m_pic1.GetClientRect(rect);//
m_bmpBitmap.GetBitmap(&bm);//
dcMem.CreateCompatibleDC(pDC);
//pDC->MoveTo(10,190);
//pDC->LineTo(300,190);
dcMem.SelectObject(&m_bmpBitmap);
pDC->StretchBlt(0,0,rect.Width(),rect.Height(),&dcMem,
0,0,bm.bmWidth,bm.bmHeight,SRCCOPY);
}
2. Tombol 2 untuk menampilkan histogram untuk warna Red
void CPrak11_1Dlg::OnButton2()
{
// TODO: Add your control notification handler code here
int i,j,red,green,blue;
long int warna;
CDC* pDC = m_pic1.GetDC();// mengarah kontrol picture
CDC dcMem1; //mengarahkan obyek yg sdh dipilih pd bitmap
CRect rect;//kotak di picture
BITMAP bm;//mendefinisikan fungsi2 yg ada d bitmap
int hr[256];
HBITMAP hBitmap=(HBITMAP)::LoadImage(AfxGetInstanceHandle(),
name,IMAGE_BITMAP, 0, 0, LR_LOADFROMFILE|LR_CREATEDIBSECTION);
if(hBitmap)
{
if(m_bmpBitmap.DeleteObject())
m_bmpBitmap.Detach();
m_bmpBitmap.Attach(hBitmap);
}
m_pic1.GetClientRect(rect);//
m_bmpBitmap.GetBitmap(&bm);//
dcMem1.CreateCompatibleDC(pDC);
dcMem1.SelectObject(&m_bmpBitmap);
for(i=0;i<256;i++)
hr[i]=0;
for(i=0;i
warna=dcMem1.GetPixel(j,i);
WarnaToRGB(warna,&red,&green,&blue);
hr[red]=hr[red]+1;
}
float hmax=hr[0];
for(i=1;i<256;i++)
{
if(hr[i]>hmax)
hmax=hr[i];
}
for(i=0;i<256;i++)
hr[i]=120*hr[i]/hmax;
CDC* pDC1=m_pic2.GetDC();
pDC1->MoveTo(0,100);
pDC1->LineTo(550,100); //sb x
pDC1->MoveTo(0,100-(int)hr[0]); //ttk h[0]
for(i=1;i<256;i++)
{
pDC1->MoveTo(i*2,100);
pDC1->LineTo(i*2,100-(int)hr[i]);
}
}